Senin, 18 November 2013

proposal



URGENSI USTAD DALAM MENINGKATKAN AKHLAQ SANTRI
PONDOK PESANTREN ALKARIMIYYAH BERAJI GAPURA SUMENEP
 TAHUN PELAJARAN 2011/2012
Bab l
PENDAHULUAN
A).Latar belakang
Akhlaq tentunnya ibarat sebuah kapal yang mengantarkan penumpangnya menuju Dermaga yang istemewa.
yang dimaksud akhlaq/moral secara umum adalah sebuah karakteristik akal atau tingkah laku yang membuat orang menjadi istemewa. Dalam bingkai agama islam para ulama’ mendefinisikan akhlaq/ moral adalah adalah suatu sifat yang tertanam dalam diri dengan kuat yang melahirkan perbuatan-perbuatan dengan mudah tanpa diawali berpikir panjang. Akhlaq merupakan sebuah dasar terciptanya hubungan yang bagus dengan siapa saja, dengan berakhlaq tentunya akan menjadikan orang istimewa.[1]
Namun pada dewasa ini akhlaq sudah mulai merosot sedikit sekali persentasenya generasi saat ini memiliki akhlaq yang luhur, banyak sekali saat ini pelajar sudah mulai enggan beretika yang bagus, bahkan lebih ironis lagi santri yang menghuni pesantren yang merupakan lembaga pendidikan tertua di Indonesia yang berbasis islam, dengan komponen-komponen sebagai berikut, adanya guru yang disebut kiaie, murid yang disebut santri, asrama tempat santri dan adanya mesjid tempat solat santri dan kiaie serta pengajaran-pengajaran kitab klasik.[2]
Seharusnya santri mampu memberikan teladan yang baik kepada orang-orang yang diluar pesantren  sebab santri  sedikit banyak dapat menyerap ajaran islam yang kaffah dari pada orang yang tidak pernah menjadi santri, tapi apa nyatanya? santri  saja saat ini akhlaqnya sudah mulai terkikis entah apa yang mempengaruhinya?
Oleh karena itu urgensitas Ustad dalam meningkatkan akhlaq santri pondok pesantren Alkarimiyyah Beraji Gapura Sumenep tahun pelajaran 2011/2012 dijadikan judul penelitian oleh peneliti  untuk membahas peranan-peranan Ustad dalam meningkatkan akhlaq  pada santri agar menjadi santri yang benar-benar santri bukan santri yang hanya almamaternya saja santri. ternyata tidak secara implementasinya.
 Adapun peranan penting bagi ustad dalam meningkatkan akhlaq santri akan menjadi tolak akur  akhlaq santri, seberapa besar perannya sehingga santri dapat merealisasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Seperti halnya pergaulan ustad dengan santrinya di dalam pembelajaran maupun di luar pembelajaran,  ustad mengajarkan cara beribadah yang benar[3]. ustad harus bisa memperkenalkan Allah kepada santrinya lebih jauh lagi[4], Ustad dapat mengajarkan sabar kepada santrinya sebab kehidupan itu diantara ujian dan cobaan[5].
B). Rumusan masalah
Ø  Seperti apa akhlaq yang baik itu bagi santri?
Ø  Factor-factor apa saja yang dapat meningkatkan akhlaq santri?
Ø  Bagaimana peran ustad dalam rangka meningkatkan akhlaq santri?
C). Tujuan penelitian
            Adapun tujuan penelitian ini pada dasarnya merupakan pantulan sinar dari rumusan masalah yang telah penulis uraikan di atas sehingga terbangunlah dasar penelitian sebagai berikut.
1.      Untuk mengetahui seperti apa peran ustad dalam meningkatkan akhlaq santri pondok pesantren Al-kariiyyah Beraji, Gapura, Sumenep.
2.      Untuk mengetahui seperti apa akhlaq santri yang baik.
D). kegunaan penelitian
1.      Bagi peneliti sendiri: menambah wawasan teknik dan teori sebagai upaya pengembangan pola pikir dan nalar.
2.      Bagi ustad-ustad pondok pesantren bisa mengimbangi tindakan dan prilakunya dengan keteladanan.
3.      Pondok pesantren Al-karimiyyah: sebagai tambahan refrensi di perpustakaan Al-karimiyyah Beraji Gapura Sumenep.
4.      Bagi santri: bisa mawas diri dan sadar tentang pentingnya akhlaq bagi manusia.
E). Alasan pemilihan judul
            Urgensi ustad dalam meningkatkan akhlaq santri PP. Al karimiyyah Beraji Gapura Sumenep tapel 2011/2012
a)      Alasan objektif bahwa ustad itu juga mempunyai peran penting untuk peningkatan akhlaq santri sehingga ustad harus pandai-pandai memberi teladan yang nantinya patut ditiru.
b)      Alasan subjektif : peneliti merupakan bagian dari salah satu santri PP. Al karimiyyah sehinggah jelas sekali untuk mengumpulkan data lebih mudah dilakukan.
F). Batasan istilah dalam judul
a) Urgensi ustad yaitu peran penting ustad
b) Meningkatkan akhlaq yaitu meningkatkan akhlaq yang semu menjadi akhlaq yang semakin baik, yang awalnya jelek menjadi lebih baik.
G). Kajian pustaka
1).Tinjauan tentang Urgensi ustad
Urgensi ustad merupakan rentetan dari tingkah laku yang bertautan dalam situasi tertentu. Serta ustad itu adalah orang yang ditunjuk oleh santri/ masyarakat untuk dijadikan sebagai pembimbingnya, ustad ditunjuk bukan hanya karena ilmunya akan tetapi karena kepribadiannya yang lebih menonjol. Sehingga ustad bias memberikan ketauladanan hidup dan kehidupan. Nah untuk dianggap sebagai ustad itu diperlukannya persyaratan-persayaratan tertentu, ustad memiliki tanggung jawab berat bagi santrinya melalui aspek pengajaran pembimbingan pengarahan dan lain sebagainya.[6]
            Nah berbicara tentang urgensi (peran penting) ustad yang akan peneliti  jelaskan yaitu berkenaan dengan hal-hal atau peran penting ustad dalam meningkatkan akhlaq santri.
2). Tinjauan tentang Akhlaq santri.
Akhlak adalah jamak dari khuluq yang berarti adat kebiasaan (al-adat), perangai, tabiat (al sajiyyat), watak (al thab), adab/sopan santun (al muru’at), dan agama (al din). Menurut para ahli masa lalu (al qudama), akhlak adalah kemampuan jiwa untuk melahirkan suatu perbuatan secara spontan, tanpa pemikiran atau pemaksaan. Akhlak dimaknai juga sebagai semua perbuatan yang lahir atas dorongan jiwa berupa perbuatan baik atau buruk.Dalam bahasa Indonesia, akhlaq dapat diartikan dengan akhlak, moral, etika, watak, budi pekerti, tingkah laku, perangai dan kesusilaan.[7]
Menurut Daradjat (1990:253) yang dimaksud dengan akhlak secara bahasa berasal dari kata khalaqa yang kata asalnya khuluqun yang berarti perangai, tabia’at, adat atau halqun yang berarti kejadian, buatan ciptaan. Jadi secara etimologi akhlak itu berarti perangai, adat, tabiat, atau sistem perilaku yang dibuat.
            Sedangkan Akhlaq santri adalah akhlaq yang seharusnya dimiliki oleh santri, berbicara tentang akhlaq, Imam Al ghazali mengungkapkan bahwa akhlaq adalah sikap yang melekat di dalam jiwa manusia yang bias menumbuhkan perbuatan secara sepontan tanpa memerlukan pemikiran( rekayasa), terlebih dahulu,[8]
            Dengan definisi Imam Al ghazali di atas ada dua perspektif tentunya yaitu perbuatan yang baik dan perbuatan jelek, kitab klasik yang berjudul akhlaqul libanin wa akhlaqul libanat menjelaskan ini lebih lanjut bahwa sanya akhlaq itu dibagi dua: yaitu akhlaqul hasanah( akhlaq yang baik) dan akhlakul qobihah( akhlaq yang jellek).[9]
            Rasulullah SAW. Bersabda :
اكمل ا لمؤ منين ايما نا احسنهم خلقا
Artinya: paling sempurna iman  seorang mukmin ialah mereka yang paling baik akhlaqnya.
            Kalau kita ambil pengertian hadist di atas secara sepintas langsung, misalkan ada diantara orang-orang masih mempunyai  akhlaqnya yang ambruk( kurang baik) maka hal ini perlulah kiranya dipertanyakan keimanannya. Sebab hadist di atas telah jelas adanya dan indiksinya. Kesempurnaan akhlaq akan menyempurnakan iman.

H.Metodelogi Penelitian
1.Rancangan Penelitian
Karena termasuk kategori penelitian kuantitatif penelitian. Maka variabel yang di libatkan dalam penelitian ini ada dua macam yaitu,variabel x dan variabel Y, yang termasuk variabel X adalah positif dan negatif peran penting Ustad dan variabel Y adalah peningkatan akhlak. Dalam hal ini, mnunjukkan bahwa positif dan negatif peran penting Ustad sangat berpengaruh terhadap peningkatan akhlak.
2.Teknik Penentuan Subjek Penelitian
Dalam penentuan subjek penelitian penulis menggunakan populasi dan sampel.
a.       Penentuan populasi
Populasi adalah : “keseluruhan subjek penelitian.”[10]
Secara umum yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah Santri Pondok pesantren Al Karimiyyah Beraji Gapura Sumenep kelas VII, VIII dan IX.
TABEL I
Jumlah Rincian Populasi Penelitian

No.
Kelas
Populasi
1.
I’dad,Mubtadi’in,mutawassithin
100
2.
Mutaqaddimin
78
3.
Takhassus
68
Jumlah
246
Sumber Data : Siswa MTs Al Karimiyyah Beraji Gapura Sumenep.
b.      Sampel
Sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti.[11] Menurut Suharsimi Arikunto Apabila Subjeknya kurang dari 100, lebih baik diambil semua sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi.
Sehubungan dengan  hal tersebut, mengingat jumlah dari populasi ini diatas 100 orang, maka penilitian ini memakai sampel dengan menggunakan "Cluster Proporsional Random Sampling “ yaitu mengambil 30 % dari populasi yang ada yaitu 246 responden menjadi 82 responden sebagai sampelnya.
Hal ini penulis lakukan karena :
1)      Melihat kemampuan penulis dari segi waktu, tenaga, dan biaya.
2)      Luasnya populasi, sehingga 30 % sudah dianggap mewakili banyak populasi yang ada.





TABEL II
    Pengambilan Sampel Penelitian
No.
Kelas
Populasi
Sampel (30%)
1
I’dad,Mubtadi’in,mutawassithin
100
30
2.
Mutaqaddimin
78
26
3.
Takhassus
68
26
Jumlah
246
82
Data Statistik : Santri Pondok pesantren Al Karimiyyah Beraji Gapura Sumenep
c.       Teknik Pengumpulan Data
Metode-metode yang di gunakan penulis dalam pengumpulan data penelitian ini antara lain : Angket, Interview, Observasi, dan Dokumentasi.
1)      Angket
Angket atau kuesioner adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya atau hal-hal yang diketahuinya.[12]Angket yang digunakan oleh penulis adalah angket tertutup,yaitu pertanyaan beserta jawabannya sudah tersedia sehingga responden tinggal memilih saja tidak merepotkan tentunya untuk mengernyitkan kepala.
2)      Interview
Interview sering juga disebut dengan wawancara adalah sebuah dialog yang dilakukan oleh pewawancara untuk memperoleh informasi dari terwawancara.[13]Interview perlunya interview hanya untuk memastikan dengan jelas dalam penilitian dan ini dilakukan dengan tatap muka terhdapa objek penelitian sehingga ada komunikasi yang lebih lanjut tentang penilitian tersebut.
Observasi adalah sebagai bentuk kegiatan, peninjauan secara cermat dan sistematis.Observasi bisa diartikan sebagai pengamatan dan pencatatan tentang fenomena-fenomena yang di teliti baik secara langsung maupun tidak langsung.[14]Observasi ini digunakan oleh penulis dimaksudkan untuk mengetahui secara langsung gejala atau permasalahan yang muncul dalam suatu penelitian. Adapun tujuan dari penggunaan observasi ini yaitu untuk mengetahui kenyataan yang terjadi di lapangan melalui pengamatan indra secara langsung sehingga peneliti dapat menarik kesimpulan yang benar dan melakukan penelitian.
3)      Dokumentasi
Untuk memperoleh hasil penelitian yang memuaskan, penulis menggunakan teknik pengumpulan data yang terakhir yaitu dokumentasi.Dokumentasi,dari asal katanya dokumen,yang artinya barang-barang tertulis.Peneliti dapat menyelidiki benda-benda tertulis seperti buku-buku, majalah, dokumen, peraturan-peraturan, notulen rapat,dan catatan harian.[15]
d.      Teknik Analisis Data
Analisis data merupakan proses penyederhanaan pada bentuk yang lebih mudah. Dan dalam penelitian ini harus memastikan pola analisis yang sesuai dengan jenis dan sifat dari data itu sendiri.Dalam rangka mengelola data yang diperoleh oleh penulis,penulis mengguakan metode statistik,yang mana metode statistik ini merupakan pengelolaan data yang bersifat kuantitatif.Maksudnya data yang diperoleh banyak menggunakan angka-angka baik dalam bentuk tabel maupan dalam bentuk grafik.
Dalam skripsi ini penulis menggunakan teknik korelesi product moment,karena dalam penelitian ini penulis mencari korelasi antara variabel X (pengaruh positif dan negatif lingkungan sekolah), sebagai independen terhadap variabel Y (dalam upaya memaksimalkan peningkatan akhlak) sebagai dependen.
Adapun teknik korelasi Product Moment adalah sebagai berikut:
r Xy
Keterangan :                                                                                                                                                                   Rxy  : Koefisien korelasi product moment                                                                                                                                                                                 ∑xy  : Jumlah dari hasil kali X dan Y                                                                                                                                                                              : Jumlah skor x kecil dan yang dikuadratkan                                                                                                                                                                                      : Jumlah skor y kecil yang dikuadratkan[16]

I.Sistematika Pembahasan
Untuk memberikan gambaran secara ringkas tentang materi yang akan diuraikan pada tiap bab dalam skripsi yang penulis akan susun, berikut ini penulis sajikan sistematika pembahasannya adalah sebagai berikut:
Bab I,Pendahuluan yang merupakan gambaran atas keseluruhan dari isi skripsi yang meliputi atau terdiri dari Latar Belakang Masalah, Rumusan Masalah, Tujuan Penelitian, Kegunaan Penelitian, Alasan Memilih judul, Batasan Memilih Judul, , Kajian Pustaka, Metode Penelitian dan Sistematika Pembahasan, daftar pustaka.
J. Daftar pustaka
Badruttaman Basya Al-misry Tasawuf anak muda., ( pustaka grouop 2009)
Pola pembelajaran di pesantren oleh tim direktorat jendral kelembagaan agama islam,2003
prof. dr.h. sauri sofyan,  Artikel strategi meningkatkan kualitas akhlak peserta didik dalam proses pembelajaran.
Al ghazzali Imam ihya’ Ulumuddin
Ahmad baradja Umar Akhlaqul libanin, ahmad nabhan Surabaya,1372 H.
Arikunto, Suharsimi. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, Rineka Cipta, Jakarta, 2006.










[1] Tasawuf anak muda. Badruttaman Basya Al-misry, ( pustaka grouop 2009) hal: 121
[2] Pola pembelajaran di pesantren oleh tim direktorat jendral kelembagaan agama islam, hal :8
[3]  Tasawuf anak muda Badruttaman Basya Al-misry ( pustaka grouop 2009) hal 121
[4] Ibid,hal 91
[5] Ibid, hal 134
[6] Ibid hal 14
[7] Artikel strategi meningkatkan kualitas akhlak peserta didik dalam proses pembelajaran. oleh:
prof. dr.h.sofyan sauri, m.pd

[8] ihya’ Ulumuddin Imam Al ghazzali juz III hal 53
[9] Akhlaqul libanin Umar ahmad baradja hal 04
[10] Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian (Jakarta : Rineka Cipta, 2006), hal. 130
[11] Ibid, hal. 131
[12] Ibid, hal. 225
[13] Ibid, hal. 155
[14] Sutrisno Hadi, Metodologi......, (Jakarta : Andi Afset, 1982), hal. 136
[15] Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, (Jakarta : Rineka Cipta, 1996), hal. 158
[16] Ibid, hal. 273