Senin, 18 November 2013

meningkatkan kreatifitas kepenulisan

UPAYA MENINGKATKAN AKTIFITAS DAN KREATIFITAS
DALAM DUNIA KEPENULISAN
Makalah
Disusun untuk
Memenuhi Tugas Kelompok
MATA KULIAH                        : MANAJEMEN SEKOLAH EFEKTIF
DOSEN PENGAMPU   :  ABD.KADIR.MPd.I







Disusun Oleh :
Fathol amin
Suada
Buhari
Nur fadilah
mastuni

SEKOLAH TINGGI ISLAM AL-KARIMIYYAH
( S T I A )
BERAJI GAPURA SUMENEP
TAHUN AKADEMIK 2012-2013



KATA PENGANTAR

Alhamdulillah puji syukur kami lantunkan kepada kehadirat Allah. SWT. Atas berkat rahmat dan karunianya kita mampu menembangkan aktifitas sehari-hari dan dengan NikmatNya pula kami masih terorganisir dengan sehat islam dan Iman. Dengan bimbingan Allah disetiap tindakan kami sehingga mampulah kami menyusun makalah dan menghidangkannya kepada pembaca nantinya.
Solawat serta salam semoga tetap tercurahkan keharibiaan Nabiyul Mustafa ya’ni Nabi Muhammad Saw. Sebab dengan perjuangannya kita dapat terangkis dari alam jahiliyyah menuju alam yang penuh petunjuk ya’ni Islam.
Kami sadari kami tidak akan pernah terlepas dari sifat salah dan khilaf sehingga kami yakin makalah ini jauh dari sempurna oleh sebab itu keritk dan saran sangat kami harapkan untuk pembenahan makalah ini menuju kesempurnaan
Terakhir kami ucapkan terima kasih pada semua pihak, khussnya Dosen pembimbing matah kuliah Manajemen Sekolah Efektif yaitu Bapak ABD. Kadir. MPd.I yang tak bosan-bosan membimbing kami semua yang bodoh ini sehingga kami bisa seperti ini, kemudian kepada teman kelompok yang ikut andil dalam penyelesain makalah ana tampa kalian mungkin makalah ini takkan pernah hadir di pangkuan pembaca.

                                                                  

                                                                                         penulis





DAFTAR ISI

Halaman sampul
Kata pengantar
Bab l
Pendahuluan
a.       Latar belakang@4
b.      Rumusan masalah@5
c.       Tujuan@5
d.      Mamfaat@5
Bab ll
Pembahasan
a.       Mari membaca dan menulis@6
b.      Yang perlu dilakukan sebelum menulis@7
c.       Fungsi dan mamfaat menulis@8
Bab lll
Penutup
Ø  Kesimpulan @10
Ø  Saran-saran@10
Ø  Daftar pustka@11



UPAYA MENINGKATKAN AKTIFITAS DAN KEREATIFITAS SISWA
DALAM DUNIA KEPENULISAN
Bab l
PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG
Menulis sulit sekali di pisahkan dengan membaca sesorang bisa menulis otomatis bisa membaca  dan juga  sebaliknya kalau bisa membaca otomatis bisa menulis, pertama kali seorang pelajar menyelam di muara pendidikan dia mengawali menulis dan membaca karena ini sebagai pintu gerbang untuk menggali ilmu, menulis dan membaca itu satu kesatuan yang tak dapat di pisahkan antara jasad dan roh.
            Di dalam islam ayat yang pertama kali turun ini memuat tulis menulis yang berbunyi” bacalah dengan( menyebut) nama tuhanMU yang menciptakan “(Qs. Al alaq : 1-2), jelas islam mengajarkan membaca, sekarang pertanyaannya apa yang bisa dibaca? Namun membaca disini bisa umum dengan artian bisa membaca segala hal yang ada di sekelilingnya tapi membaca dalam penjelasan kali ini adalah membaca teks, nah terus apa jawaban nya yang bisa dibaca itu tentunya tulisan, demekianlah menulis itu menjadi roh atau indicator sebagai penunjang pengetahuan, berkata  dzulkifli: katakan dengan tinta ,2005” peradaban pasti diawali dengan tulisan”. Bangsa yang memiliki peradaban yang tinggi itu karena tingkat penulisan yang tinggi, dan juga bukan itu saja dengan adanya tulisan kita bisa mengetahui masa lalu masa kini dan juga masa depan.
            Ada sebuah pepatah arab “ Al ilmu fissudur la fissuthur” pernyataan ini bukan berarti ilmu itu tidak memerlukan adanya kertas yang berisi tulisan namun bagaimana kita akan mengisi dada dengan ilmu tanpa adanya kertas yang berisi tulisan, sebenarnya pepatah ini ada yang membantah yang berbunyi “ Qoyyidul ilmi bilkitab” kenapa bisa begini, karena bisa jadi apa yang didengarkan itu akan mudah melepuh, kalau tidak ada arsipnya maka ini akan menjadi data yang hangus nah disinilah tulisan berperan penting untuk mengabadikan ilmu,


A.    RUMUSAN MASALAH
Ø  Apa yang harus dilakukan agar  raji membaca dan menulis
Ø  Apa yang perlu di persiapkan sebelum menulis
Ø  Apa fungsi dan mamfaat menulis
B.     TUJUAN
Ø  Untuk membukakan jendela kepada mereka yang ingin menjadi penulis
Ø  Sebagai motor penggerak semangat mereka yang ingin menjadi penulis
C.    MAMFAAT
Ø  Kepda penulis sendiri bisa menambah wawasan dan pola pikir
Ø  Kepada pembaca sebagai tambahan literatur atau refrensi


 
BAB II
PEMBAHASAN

A.    MARI MEMBACA DAN MENULIS
Kegiatan membaca dan menulis ini dua hal yang tak dapat dipisahkan, keduanya ibarat jasad dan ruh. Seseorang yang dapat menulis tentu bisa membaca dan sebaliknya seseorang yang bisa menulis tentu bisa membaca bukan? Tulisan muncul dari bacaan dan bacaan terlahir dari tulisan. Leonhardt (2002) menyatakan bahwa anak-anak yang gemar membaca akan mempengaruhi rasa kebahasaan tertulis, yang kemudian mengalir kedalam apa yang akan ditulis oleh mereka. Anak-anak yang membaca artikel, puisi dan cerpen akan membaca dengan ketelitian yang jauh lebih kuat dan besar, karena mereka ingin mengetahui kepada karakter seorang pengarang dalam menyampaikan alur cerita.
Yang sangat terpenting dalam konsep membaca dan menulis mengubah pola fikir kita
1.      Dengan membaca dan menulis kita akan semakin kaya dengan bahasa dan kata-kata
2.      Dengan membaca dan meulis maka lambat laun kita akan menjadi kamus berjalan dan
3.      Kita akan mampu mewujudkan aliran kata-kata dalam bentuk ide.
Marahimin (1994) menyatakan bahwa dengan membaca maka penulis akan medapatkan suntikan tenaga dalam. Disadari atau tidak, diakui atau tidak,  pastilah setiap penulis membutuhkan suntikan tenaga dalam itu. Kenyataan ini memang akan menjadi begal seorang penulis untuk menghidupkan dan meberi cahayan atas tulisannya. Hasil penelitian menunjjukkan bahwa belajar menulis dapat diawali dengan membaca, sebab dengan membaca maka kita akan memperoleh gaya tulisan baik dari segi semantik maupun bahasa.
Pengalaman seorang yang penah mencoba menjadi seorang penulis rata-rata menempuh  jalan yang mendekati kesamaan, yakni ketika menulis penulis akan merasakan kesulitan dalam mengungkapkan ide, sebab kadangkala ketika kita menulis maka ide itu akan menghilang tiba-tiaba dari pikiran, nah inilah yang menjadi penyebab sulitnya itu mengalirkan dan mengayuh tulisannya, disisi lain banyak diantara kita sulit menemukan ide maka dalam keadaan seperti inilah seorang penulis perlu suntikan ide dari aktifitas membaca yang dilakukannya. 


 
Jadi untuk menjadi penulis melangkah terlebih dahulu dari suka dan rajin mebaca sebab dengan begitu maka kita akan menambah wawasan dan menemukan ide-ide baru sehingga dengan betipula kita akan terwarnai oleh dunia baca tulis.
Dan perlu ditekankah pada diri seorang penulis jangan merasa takut salah sebab dengan begini penulis akan mudah kehilangan eksestensi kepenulisan sebab dia sudah dihantui oleh perasaan takut salah, padahal sebenar dengan merasa takut salah itu akan memberi tabir kesuksesan, dan dengan begitu seorang penulis akan mandeg dalam menulis dan tidak mau lagi menuangkan idenya sebab karena sudah dihantui oleh perasaan takut salah.

A.    YANG PERLU DILAKUKAN SEBELUM MENULIS
Tahapan ini perlu disiapkan oleh seorang penulis agar tulisanna tidak terlahir secara prematur yaitu bukan saatnya terlahir tapi sudah dilahirkan, jadi persiapan ini merupakan sebuah perencanaan yang dapat mematangkan tulisan dan mendewasakannya, perencanaan penulisa dapat dibentuk sebagai berikut:
Ø  Tentukanlah topik yang akan ditulis
Menentukan topik yang akan ditulis ini merupakan penggerak dasar sebuah tulisan sebab dengan ini akan membuka aliran tulisan mau jalan kemana dan dimana akan berhenti,  ketika kita sudah menemukan topik, kita perlu mencari sumber topik dari bacaan dan realita misalkan, buku, surat kabar, internet dan lain-lain. Juga kita dapat mendapatkan topik melalui pendengaran, penglihatan dan perasaan. Dalam konteks ini membaca dengan tekun kemudian keritis dalam berfikir maka ini akan menyumbangkan ide penentuan topik. Disamping itu tidak kalah pentingnya pengalaman ikut andil dalam penentuan topik tulisan tersebut.
Ø  Menetapkan tujuan
Perlunya tujuan dari apa yang ditulis dengan penyampaian yang mudah dimengerti oleh pembaca, mudah dipahami oleh pembaca dan menjauhkan dari penyampaian yang sekiranya sulit dipahami dan dimengerti oleh pembaca. Topik hendaknya memiliki tujuan pembahasan sehingga seorang pembaca menemukan kemana arah tulisan ini, sehingga pembaca ingin membacanya dan merasa perlu sebagai tambahan wawasan dan keilmuan baru tentunya.
Ø  Mengumpulkan bahan
7
Dalam pengumpulan bahan yang akan dijadikan sebagai bahan tulisan kita dapat menggunakan atau mengumplkan imformasi baik dari internet, surat kabar, buku dan
pengalaman yang berkenaan dengan pembahasan. Pokoknya semua imformasi yang berkenaan dengan tulisan dan dapat digunakan unutuk memberi roh sebuah tulisan maka kita gunakan, pertanyaannya sumber-sumber itu dapat diproleh dari mana? Mungkin ada dua sumber yang sangat mendasar dalam prolehan sumber ini yaitu pengalam dan sumber pustaka. Pengalaman merupakan keseluruhan pengetahuan yang diproleh dari proses mengindra dan berfikir.
Ø  Kerkangka karangan
Dilatar belakangi dengan sesuatu yang diinginkan dari seorang penulis dalam tulisannya, merumuskan sebuah permasalahan yang akan dibahas oleh penulis, memecahkan sebuah permasalahan dalam topik pembahasan sehingga menemukan jalan keluar dari permasalhan tersebut, kemudian tujuan dan mamfaat tulisan, yang terakhir sasaran.

A.    FUNGSI DAN MAMFAAT MENULIS
            Mungkin orang tidak terlalu menghiraukan fungsi menulis ini, dengan berbagai macam alasan misalkan ada yang mengatakan bahwa menulis itu pekerjaan orang yang tak punyak pekerjaan ada yang mengatakan menulis itu baik tapi tidak ada waktu ruang renggang untuk menulis atau ada yang memang suka menulis, punyak keinginan menulis tapi setelah mencobanya malah kehilangan refrensi dan sama sekali kosong dalam otaknya.
            Sebenarnya menulis bagian dari seni kreativitas yang mengandung nilai keindahan, pernahkah kita menulis dan tulisan kita merasa takut tidak  di legitimasi oleh orang lain kalu itu terjadi sama kita berarti kita sebenarnya  bisa menulis dan kita perlu membuang feeling itu jauh-jauh dan jangan berhenti sampai disitu kita masih memasuki pintu pertama padahal pintu kedua ketiga sampai selanjutnya akan kita masuki, caranya:
Ø  Jadikan menulis itu sebagai permainan dengan begitu kita tidak akan bosan menulis, dan merangkai,merajut, dan serta menyulam kata-kata hingga menjadi sebuah robot bacaan yang akan dinikmati oleh orang banyak
Ø  Jadikan menulis itu seolah-olah kita dalam percakapan yang begitu asyik supaya kata-kata kita berhambuaran dengan sendirinya.
Ø  Jadikan menulis itu sebagai makan dan minum kita maka kita akan merasa lapar dan dahaga, jadi dengan begitu tangan kita akan gatal-gatal kalau tidak menulis
Ø 
8
Jadikan menulis itu sebebas mungkin, kita it pangeran kecil dari tulisan kita jadi kita bebas mengutarakan apa yang menjadi pokok pikiran kita dan jangan pernah takut untuk berekspresi karena dunia itu tidak selebar daun kelor.
Ø  Jangan pernah menjiplak karya orang lain bayangkan saja jika kita mengcopy paste tulisan orang terus di atas namakan karya kita karena kita rasa karya itu bagus, jelas itu sangat memalukan karena sama saja itu kita membohongi diri kita sendiri.
Disini penulis bukan berarti mendikte pembaca namun alangkah baiknya dengan ulasan tulisan diatas memang benar-benar pengalaman kita yang hamper buram, jadi penulis Cuma memoles kembali kaligrafi-kaligrafi yang hamper buram itu.
 
BABA III
PENUTUP
A.    KESIMPULAN

            Jadi menulis itu sangatlah mudah jika kita ingin berproses namun kadangkala kita tak mau melakukannya, kenapa begitu? Kita sudah diracuni dunia instan yang sebah wah dan spontan, kita tidak pernah berfikir bahwa bukanlah hasil dari proses itu yang menjadi keindahan akan tetapi proses dari mencapai sebuah hasil itulah sebenarnya yang indah dan akan menjadi sumber pengalaman tersendiri bagi kita.
            Menulis itu ibarat mengasah pisau jika kita terus menerus mengasahnya maka pisau itu akan mengkilap dan tajam, namun jika tidak pernah diasah toh sekalipun pisau itu awalnya tajam maka berkhir dengan karat dan tumpul, inilah gambaran seorang penulis, semakin sering seorang penulis menulis maka ia akan semakin bermutulah apa yang ditulisnya, akan tetapi semakin dia tidak menulis maka semakin dia akan kehilangan esensi dari tulisannya.

B.     SARAN SARAN

Kami akui bahwa sifat kamilah salah dan dosa itu, maka kami sadar apa yang kami persembahkan di depan pembaca ini jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran yang dapat membantu untuk menyempurnakan tulisan ini sangat kami harapkan.


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar