UPAYA MENINGKATKAN
AKTIFITAS DAN KREATIFITAS
DALAM DUNIA
KEPENULISAN
Makalah
Disusun untuk
Memenuhi Tugas Kelompok
MATA KULIAH : MANAJEMEN SEKOLAH EFEKTIF
DOSEN PENGAMPU : ABD.KADIR.MPd.I
Disusun Oleh :
Fathol amin
Suada
Buhari
Nur fadilah
mastuni
SEKOLAH
TINGGI ISLAM AL-KARIMIYYAH
(
S T I A )
BERAJI
GAPURA SUMENEP
TAHUN
AKADEMIK 2012-2013
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah puji syukur kami lantunkan kepada kehadirat
Allah. SWT. Atas berkat rahmat dan karunianya kita mampu menembangkan aktifitas
sehari-hari dan dengan NikmatNya pula kami masih terorganisir dengan sehat
islam dan Iman. Dengan bimbingan Allah disetiap tindakan kami sehingga mampulah
kami menyusun makalah dan menghidangkannya kepada pembaca nantinya.
Solawat serta salam semoga tetap tercurahkan keharibiaan
Nabiyul Mustafa ya’ni Nabi Muhammad Saw. Sebab dengan perjuangannya kita dapat
terangkis dari alam jahiliyyah menuju alam yang penuh petunjuk ya’ni Islam.
Kami sadari kami tidak akan pernah terlepas dari sifat
salah dan khilaf sehingga kami yakin makalah ini jauh dari sempurna oleh sebab
itu keritk dan saran sangat kami harapkan untuk pembenahan makalah ini menuju
kesempurnaan
Terakhir kami ucapkan terima kasih pada semua pihak,
khussnya Dosen pembimbing matah kuliah Manajemen Sekolah Efektif yaitu Bapak
ABD. Kadir. MPd.I yang tak bosan-bosan membimbing kami semua yang bodoh ini
sehingga kami bisa seperti ini, kemudian kepada teman kelompok yang ikut andil
dalam penyelesain makalah ana tampa kalian mungkin makalah ini takkan pernah
hadir di pangkuan pembaca.
penulis
DAFTAR ISI
Halaman sampul
Kata pengantar
Bab l
Pendahuluan
a. Latar belakang@4
b. Rumusan masalah@5
c. Tujuan@5
d. Mamfaat@5
Bab ll
Pembahasan
a. Mari membaca dan menulis@6
b. Yang perlu dilakukan sebelum menulis@7
c. Fungsi dan mamfaat menulis@8
Bab lll
Penutup
Ø
Kesimpulan @10
Ø
Saran-saran@10
Ø
Daftar pustka@11
UPAYA MENINGKATKAN AKTIFITAS DAN KEREATIFITAS SISWA
DALAM DUNIA KEPENULISAN
Bab l
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Menulis sulit sekali di pisahkan dengan membaca sesorang
bisa menulis otomatis bisa membaca dan
juga sebaliknya kalau bisa membaca
otomatis bisa menulis, pertama kali seorang pelajar menyelam di muara
pendidikan dia mengawali menulis dan membaca karena ini sebagai pintu gerbang
untuk menggali ilmu, menulis dan membaca itu satu kesatuan yang tak dapat di
pisahkan antara jasad dan roh.
Di dalam islam ayat yang pertama kali turun ini
memuat tulis menulis yang berbunyi” bacalah dengan( menyebut) nama tuhanMU yang
menciptakan “(Qs. Al alaq : 1-2)ﺍ, jelas islam mengajarkan membaca, sekarang pertanyaannya apa yang
bisa dibaca? Namun membaca disini bisa umum dengan artian bisa membaca segala
hal yang ada di sekelilingnya tapi membaca dalam penjelasan kali ini adalah
membaca teks, nah terus apa jawaban nya yang bisa dibaca itu tentunya tulisan,
demekianlah menulis itu menjadi roh atau indicator sebagai penunjang
pengetahuan, berkata dzulkifli: katakan dengan tinta ,2005”
peradaban pasti diawali dengan tulisan”. Bangsa yang memiliki peradaban yang
tinggi itu karena tingkat penulisan yang tinggi, dan juga bukan itu saja dengan
adanya tulisan kita bisa mengetahui masa lalu masa kini dan juga masa depan.
Ada sebuah pepatah arab “ Al ilmu
fissudur la fissuthur” pernyataan ini bukan berarti ilmu itu tidak memerlukan
adanya kertas yang berisi tulisan namun bagaimana kita akan mengisi dada dengan
ilmu tanpa adanya kertas yang berisi tulisan, sebenarnya pepatah ini ada yang
membantah yang berbunyi “ Qoyyidul ilmi bilkitab” kenapa bisa begini, karena
bisa jadi apa yang didengarkan itu akan mudah melepuh, kalau tidak ada arsipnya
maka ini akan menjadi data yang hangus nah disinilah tulisan berperan penting
untuk mengabadikan ilmu,
A. RUMUSAN MASALAH
Ø Apa yang harus dilakukan agar raji membaca dan menulis
Ø Apa yang perlu di persiapkan sebelum menulis
Ø Apa fungsi dan mamfaat menulis
B. TUJUAN
Ø Untuk membukakan jendela kepada mereka yang
ingin menjadi penulis
Ø Sebagai motor penggerak semangat mereka yang
ingin menjadi penulis
C. MAMFAAT
Ø Kepda penulis sendiri bisa menambah wawasan
dan pola pikir
Ø Kepada pembaca sebagai tambahan literatur atau
refrensi
BAB II
PEMBAHASAN
A. MARI MEMBACA DAN MENULIS
Kegiatan membaca dan menulis ini dua hal yang tak dapat
dipisahkan, keduanya ibarat jasad dan ruh. Seseorang yang dapat menulis tentu
bisa membaca dan sebaliknya seseorang yang bisa menulis tentu bisa membaca
bukan? Tulisan muncul dari bacaan dan bacaan terlahir dari tulisan. Leonhardt
(2002) menyatakan bahwa anak-anak yang gemar membaca akan mempengaruhi rasa
kebahasaan tertulis, yang kemudian mengalir kedalam apa yang akan ditulis oleh
mereka. Anak-anak yang membaca artikel, puisi dan cerpen akan membaca dengan
ketelitian yang jauh lebih kuat dan besar, karena mereka ingin mengetahui
kepada karakter seorang pengarang dalam menyampaikan alur cerita.
Yang sangat terpenting dalam konsep membaca dan menulis
mengubah pola fikir kita
1.
Dengan membaca dan menulis kita akan semakin kaya dengan
bahasa dan kata-kata
2. Dengan membaca dan meulis maka lambat laun
kita akan menjadi kamus berjalan dan
3.
Kita akan mampu mewujudkan aliran kata-kata dalam bentuk
ide.
Marahimin (1994) menyatakan bahwa dengan membaca maka
penulis akan medapatkan suntikan tenaga dalam. Disadari atau tidak, diakui atau
tidak, pastilah setiap penulis
membutuhkan suntikan tenaga dalam itu. Kenyataan ini memang akan menjadi begal
seorang penulis untuk menghidupkan dan meberi cahayan atas tulisannya. Hasil
penelitian menunjjukkan bahwa belajar menulis dapat diawali dengan membaca,
sebab dengan membaca maka kita akan memperoleh gaya tulisan baik dari segi
semantik maupun bahasa.
Pengalaman seorang yang penah mencoba menjadi seorang
penulis rata-rata menempuh jalan yang
mendekati kesamaan, yakni ketika menulis penulis akan merasakan kesulitan dalam
mengungkapkan ide, sebab kadangkala ketika kita menulis maka ide itu akan
menghilang tiba-tiaba dari pikiran, nah inilah yang menjadi penyebab sulitnya itu
mengalirkan dan mengayuh tulisannya, disisi lain banyak diantara kita sulit
menemukan ide maka dalam keadaan seperti inilah seorang penulis perlu suntikan
ide dari aktifitas membaca yang dilakukannya.
Jadi untuk menjadi penulis melangkah terlebih dahulu dari
suka dan rajin mebaca sebab dengan begitu maka kita akan menambah wawasan dan
menemukan ide-ide baru sehingga dengan betipula kita akan terwarnai oleh dunia
baca tulis.
Dan perlu ditekankah pada diri seorang penulis jangan
merasa takut salah sebab dengan begini penulis akan mudah kehilangan eksestensi
kepenulisan sebab dia sudah dihantui oleh perasaan takut salah, padahal sebenar
dengan merasa takut salah itu akan memberi tabir kesuksesan, dan dengan begitu
seorang penulis akan mandeg dalam menulis dan tidak mau lagi menuangkan idenya
sebab karena sudah dihantui oleh perasaan takut salah.
A. YANG PERLU DILAKUKAN SEBELUM MENULIS
Tahapan ini perlu disiapkan oleh seorang penulis agar
tulisanna tidak terlahir secara prematur yaitu bukan saatnya terlahir tapi
sudah dilahirkan, jadi persiapan ini merupakan sebuah perencanaan yang dapat
mematangkan tulisan dan mendewasakannya, perencanaan penulisa dapat dibentuk
sebagai berikut:
Ø Tentukanlah topik yang akan ditulis
Menentukan topik yang akan ditulis ini merupakan
penggerak dasar sebuah tulisan sebab dengan ini akan membuka aliran tulisan mau
jalan kemana dan dimana akan berhenti,
ketika kita sudah menemukan topik, kita perlu mencari sumber topik dari
bacaan dan realita misalkan, buku, surat kabar, internet dan lain-lain. Juga
kita dapat mendapatkan topik melalui pendengaran, penglihatan dan perasaan.
Dalam konteks ini membaca dengan tekun kemudian keritis dalam berfikir maka ini
akan menyumbangkan ide penentuan topik. Disamping itu tidak kalah pentingnya
pengalaman ikut andil dalam penentuan topik tulisan tersebut.
Ø Menetapkan tujuan
Perlunya tujuan dari apa yang ditulis dengan penyampaian
yang mudah dimengerti oleh pembaca, mudah dipahami oleh pembaca dan menjauhkan
dari penyampaian yang sekiranya sulit dipahami dan dimengerti oleh pembaca.
Topik hendaknya memiliki tujuan pembahasan sehingga seorang pembaca menemukan
kemana arah tulisan ini, sehingga pembaca ingin membacanya dan merasa perlu
sebagai tambahan wawasan dan keilmuan baru tentunya.
Ø Mengumpulkan bahan
|
7
|
pengalaman yang berkenaan dengan pembahasan. Pokoknya
semua imformasi yang berkenaan dengan tulisan dan dapat digunakan unutuk
memberi roh sebuah tulisan maka kita gunakan, pertanyaannya sumber-sumber itu
dapat diproleh dari mana? Mungkin ada dua sumber yang sangat mendasar dalam
prolehan sumber ini yaitu pengalam dan sumber pustaka. Pengalaman merupakan
keseluruhan pengetahuan yang diproleh dari proses mengindra dan berfikir.
Ø Kerkangka karangan
Dilatar belakangi dengan sesuatu yang diinginkan dari seorang penulis dalam
tulisannya, merumuskan sebuah permasalahan yang akan dibahas oleh penulis,
memecahkan sebuah permasalahan dalam topik pembahasan sehingga menemukan jalan
keluar dari permasalhan tersebut, kemudian tujuan dan mamfaat tulisan, yang
terakhir sasaran.
A. FUNGSI DAN MAMFAAT MENULIS
Mungkin orang tidak
terlalu menghiraukan fungsi menulis ini, dengan berbagai macam alasan misalkan
ada yang mengatakan bahwa menulis itu pekerjaan orang yang tak punyak pekerjaan
ada yang mengatakan menulis itu baik tapi tidak ada waktu ruang renggang untuk
menulis atau ada yang memang suka menulis, punyak keinginan menulis tapi
setelah mencobanya malah kehilangan refrensi dan sama sekali kosong dalam
otaknya.
Sebenarnya menulis bagian dari
seni kreativitas yang mengandung nilai keindahan, pernahkah kita menulis dan
tulisan kita merasa takut tidak di
legitimasi oleh orang lain kalu itu terjadi sama kita berarti kita sebenarnya bisa menulis dan kita perlu membuang feeling
itu jauh-jauh dan jangan berhenti sampai disitu kita masih memasuki pintu
pertama padahal pintu kedua ketiga sampai selanjutnya akan kita masuki,
caranya:
Ø Jadikan menulis itu sebagai permainan dengan
begitu kita tidak akan bosan menulis, dan merangkai,merajut, dan serta menyulam
kata-kata hingga menjadi sebuah robot bacaan yang akan dinikmati oleh orang
banyak
Ø Jadikan menulis itu seolah-olah kita dalam percakapan yang begitu
asyik supaya kata-kata kita berhambuaran dengan sendirinya.
Ø Jadikan menulis itu sebagai makan dan minum kita maka kita akan
merasa lapar dan dahaga, jadi dengan begitu tangan kita akan gatal-gatal kalau
tidak menulis
Ø
|
8
|
Ø Jangan pernah menjiplak karya orang lain bayangkan saja jika kita
mengcopy paste tulisan orang terus di atas namakan karya kita karena kita rasa
karya itu bagus, jelas itu sangat memalukan karena sama saja itu kita
membohongi diri kita sendiri.
Disini
penulis bukan berarti mendikte pembaca namun alangkah baiknya dengan ulasan
tulisan diatas memang benar-benar pengalaman kita yang hamper buram, jadi
penulis Cuma memoles kembali kaligrafi-kaligrafi yang hamper buram itu.
BABA III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Jadi menulis itu sangatlah
mudah jika kita ingin berproses namun kadangkala kita tak mau melakukannya,
kenapa begitu? Kita sudah diracuni dunia instan yang sebah wah dan spontan,
kita tidak pernah berfikir bahwa bukanlah hasil dari proses itu yang menjadi keindahan
akan tetapi proses dari mencapai sebuah hasil itulah sebenarnya yang indah dan
akan menjadi sumber pengalaman tersendiri bagi kita.
Menulis itu ibarat
mengasah pisau jika kita terus menerus mengasahnya maka pisau itu akan
mengkilap dan tajam, namun jika tidak pernah diasah toh sekalipun pisau itu
awalnya tajam maka berkhir dengan karat dan tumpul, inilah gambaran seorang
penulis, semakin sering seorang penulis menulis maka ia akan semakin bermutulah
apa yang ditulisnya, akan tetapi semakin dia tidak menulis maka semakin dia
akan kehilangan esensi dari tulisannya.
B. SARAN SARAN
Kami akui bahwa sifat kamilah salah dan dosa itu, maka
kami sadar apa yang kami persembahkan di depan pembaca ini jauh dari sempurna,
oleh karena itu kritik dan saran yang dapat membantu untuk menyempurnakan
tulisan ini sangat kami harapkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar