URGENSI
USTAD DALAM MENINGKATKAN AKHLAQ SANTRI
PONDOK
PESANTREN ALKARIMIYYAH BERAJI GAPURA SUMENEP
TAHUN PELAJARAN 2011/2012
Bab l
PENDAHULUAN
A).Latar belakang
Akhlaq
tentunnya ibarat sebuah kapal yang mengantarkan penumpangnya menuju Dermaga yang
istemewa.
yang
dimaksud akhlaq/moral secara umum adalah sebuah karakteristik akal atau tingkah
laku yang membuat orang menjadi istemewa. Dalam bingkai agama islam para ulama’
mendefinisikan akhlaq/ moral adalah adalah suatu sifat yang tertanam dalam diri
dengan kuat yang melahirkan perbuatan-perbuatan dengan mudah tanpa diawali
berpikir panjang. Akhlaq merupakan sebuah dasar terciptanya hubungan yang bagus
dengan siapa saja, dengan berakhlaq tentunya akan menjadikan orang istimewa.[1]
Namun
pada dewasa ini akhlaq sudah mulai merosot sedikit sekali persentasenya
generasi saat ini memiliki akhlaq yang luhur, banyak sekali saat ini pelajar
sudah mulai enggan beretika yang bagus, bahkan lebih ironis lagi santri yang
menghuni pesantren yang merupakan lembaga pendidikan tertua di Indonesia yang
berbasis islam, dengan komponen-komponen sebagai berikut, adanya guru yang
disebut kiaie, murid yang disebut santri, asrama tempat santri dan adanya
mesjid tempat solat santri dan kiaie serta pengajaran-pengajaran kitab klasik.[2]
Seharusnya
santri mampu memberikan teladan yang baik kepada orang-orang yang diluar
pesantren sebab santri sedikit banyak dapat menyerap ajaran islam
yang kaffah dari pada orang yang tidak pernah menjadi santri, tapi apa
nyatanya? santri saja saat ini akhlaqnya
sudah mulai terkikis entah apa yang mempengaruhinya?
Oleh
karena itu urgensitas Ustad dalam meningkatkan akhlaq santri pondok pesantren
Alkarimiyyah Beraji Gapura Sumenep tahun pelajaran 2011/2012 dijadikan judul
penelitian oleh peneliti untuk membahas
peranan-peranan Ustad dalam meningkatkan akhlaq pada santri agar menjadi santri yang
benar-benar santri bukan santri yang hanya almamaternya saja santri. ternyata
tidak secara implementasinya.
Adapun peranan penting bagi
ustad dalam meningkatkan akhlaq santri akan menjadi tolak akur akhlaq santri, seberapa besar perannya
sehingga santri dapat merealisasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Seperti
halnya pergaulan ustad dengan santrinya di dalam pembelajaran maupun di luar
pembelajaran, ustad mengajarkan cara
beribadah yang benar[3].
ustad harus bisa memperkenalkan Allah kepada santrinya lebih jauh lagi[4],
Ustad dapat mengajarkan sabar kepada santrinya sebab kehidupan itu diantara
ujian dan cobaan[5].
B). Rumusan masalah
Ø Seperti apa akhlaq yang baik itu bagi santri?
Ø Factor-factor apa saja yang dapat meningkatkan akhlaq santri?
Ø Bagaimana peran ustad dalam rangka meningkatkan akhlaq santri?
C). Tujuan penelitian
Adapun tujuan
penelitian ini pada dasarnya merupakan pantulan sinar dari rumusan masalah yang
telah penulis uraikan di atas sehingga terbangunlah dasar penelitian sebagai
berikut.
1.
Untuk
mengetahui seperti apa peran ustad dalam meningkatkan akhlaq santri pondok
pesantren Al-kariiyyah Beraji, Gapura, Sumenep.
2.
Untuk
mengetahui seperti apa akhlaq santri yang baik.
D). kegunaan penelitian
1.
Bagi peneliti
sendiri: menambah wawasan teknik dan teori sebagai upaya pengembangan pola pikir
dan nalar.
2.
Bagi ustad-ustad
pondok pesantren bisa mengimbangi tindakan dan prilakunya dengan keteladanan.
3.
Pondok
pesantren Al-karimiyyah: sebagai tambahan refrensi di perpustakaan
Al-karimiyyah Beraji Gapura Sumenep.
4.
Bagi santri: bisa
mawas diri dan sadar tentang pentingnya akhlaq bagi manusia.
E). Alasan pemilihan judul
Urgensi ustad
dalam meningkatkan akhlaq santri PP. Al karimiyyah Beraji Gapura Sumenep tapel
2011/2012
a)
Alasan objektif
bahwa ustad itu juga mempunyai peran penting untuk peningkatan akhlaq santri
sehingga ustad harus pandai-pandai memberi teladan yang nantinya patut ditiru.
b)
Alasan
subjektif : peneliti merupakan bagian dari salah satu santri PP. Al karimiyyah
sehinggah jelas sekali untuk mengumpulkan data lebih mudah dilakukan.
F). Batasan
istilah dalam judul
a) Urgensi
ustad yaitu peran penting ustad
b) Meningkatkan
akhlaq yaitu meningkatkan akhlaq yang semu menjadi akhlaq yang semakin baik,
yang awalnya jelek menjadi lebih baik.
G). Kajian
pustaka
1).Tinjauan tentang Urgensi ustad
Urgensi ustad merupakan rentetan
dari tingkah laku yang bertautan dalam situasi tertentu. Serta ustad itu adalah
orang yang ditunjuk oleh santri/ masyarakat untuk dijadikan sebagai
pembimbingnya, ustad ditunjuk bukan hanya karena ilmunya akan tetapi karena
kepribadiannya yang lebih menonjol. Sehingga ustad bias memberikan ketauladanan
hidup dan kehidupan. Nah untuk dianggap sebagai ustad itu diperlukannya
persyaratan-persayaratan tertentu, ustad memiliki tanggung jawab berat bagi
santrinya melalui aspek pengajaran pembimbingan pengarahan dan lain sebagainya.[6]
Nah berbicara
tentang urgensi (peran penting) ustad yang akan peneliti jelaskan yaitu berkenaan dengan hal-hal atau
peran penting ustad dalam meningkatkan akhlaq santri.
2). Tinjauan tentang Akhlaq santri.
Akhlak adalah jamak dari khuluq yang
berarti adat kebiasaan (al-adat), perangai, tabiat (al sajiyyat), watak (al
thab), adab/sopan santun (al muru’at), dan agama (al din). Menurut para ahli
masa lalu (al qudama), akhlak adalah kemampuan jiwa untuk melahirkan suatu perbuatan
secara spontan, tanpa pemikiran atau pemaksaan. Akhlak dimaknai juga sebagai
semua perbuatan yang lahir atas dorongan jiwa berupa perbuatan baik atau
buruk.Dalam bahasa Indonesia, akhlaq dapat diartikan dengan akhlak, moral,
etika, watak, budi pekerti, tingkah laku, perangai dan kesusilaan.[7]
Menurut Daradjat (1990:253) yang
dimaksud dengan akhlak secara bahasa berasal dari kata khalaqa yang kata
asalnya khuluqun yang berarti perangai, tabia’at, adat atau halqun yang berarti
kejadian, buatan ciptaan. Jadi secara etimologi akhlak itu berarti perangai,
adat, tabiat, atau sistem perilaku yang dibuat.
Sedangkan
Akhlaq santri adalah akhlaq yang seharusnya dimiliki oleh santri, berbicara
tentang akhlaq, Imam Al ghazali mengungkapkan bahwa akhlaq adalah sikap yang
melekat di dalam jiwa manusia yang bias menumbuhkan perbuatan secara sepontan
tanpa memerlukan pemikiran( rekayasa), terlebih dahulu,[8]
Dengan definisi
Imam Al ghazali di atas ada dua perspektif tentunya yaitu perbuatan yang baik
dan perbuatan jelek, kitab klasik yang berjudul akhlaqul libanin wa akhlaqul
libanat menjelaskan ini lebih lanjut bahwa sanya akhlaq itu dibagi dua: yaitu
akhlaqul hasanah( akhlaq yang baik) dan akhlakul qobihah( akhlaq yang jellek).[9]
Rasulullah SAW.
Bersabda :
اكمل ا لمؤ منين
ايما نا احسنهم خلقا
Artinya:
paling sempurna iman seorang mukmin
ialah mereka yang paling baik akhlaqnya.
Kalau kita ambil
pengertian hadist di atas secara sepintas langsung, misalkan ada diantara
orang-orang masih mempunyai akhlaqnya
yang ambruk( kurang baik) maka hal ini perlulah kiranya dipertanyakan
keimanannya. Sebab hadist di atas telah jelas adanya dan indiksinya.
Kesempurnaan akhlaq akan menyempurnakan iman.
H.Metodelogi
Penelitian
1.Rancangan
Penelitian
Karena
termasuk kategori penelitian kuantitatif penelitian. Maka variabel yang di
libatkan dalam penelitian ini ada dua macam yaitu,variabel x dan variabel Y,
yang termasuk variabel X adalah positif dan negatif peran penting Ustad dan
variabel Y adalah peningkatan akhlak. Dalam hal ini, mnunjukkan bahwa positif
dan negatif peran penting Ustad sangat berpengaruh terhadap peningkatan akhlak.
2.Teknik
Penentuan Subjek Penelitian
Dalam
penentuan subjek penelitian penulis menggunakan populasi dan sampel.
a. Penentuan
populasi
Populasi
adalah : “keseluruhan subjek penelitian.”[10]
Secara
umum yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah Santri Pondok pesantren
Al Karimiyyah Beraji Gapura Sumenep kelas VII, VIII dan IX.
TABEL I
Jumlah Rincian Populasi Penelitian
|
No.
|
Kelas
|
Populasi
|
|
1.
|
I’dad,Mubtadi’in,mutawassithin
|
100
|
|
2.
|
Mutaqaddimin
|
78
|
|
3.
|
Takhassus
|
68
|
|
Jumlah
|
246
|
|
Sumber Data : Siswa MTs Al Karimiyyah Beraji Gapura
Sumenep.
b. Sampel
Sampel
adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti.[11]
Menurut Suharsimi Arikunto Apabila Subjeknya kurang dari 100, lebih baik
diambil semua sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi.
Sehubungan
dengan hal tersebut, mengingat jumlah
dari populasi ini diatas 100 orang, maka penilitian ini memakai sampel dengan
menggunakan "Cluster Proporsional Random Sampling “ yaitu mengambil 30 %
dari populasi yang ada yaitu 246 responden menjadi 82 responden sebagai
sampelnya.
Hal
ini penulis lakukan karena :
1) Melihat
kemampuan penulis dari segi waktu, tenaga, dan biaya.
2) Luasnya
populasi, sehingga 30 % sudah dianggap mewakili banyak populasi yang ada.
TABEL
II
Pengambilan Sampel Penelitian
|
No.
|
Kelas
|
Populasi
|
Sampel (30%)
|
|
1
|
I’dad,Mubtadi’in,mutawassithin
|
100
|
30
|
|
2.
|
Mutaqaddimin
|
78
|
26
|
|
3.
|
Takhassus
|
68
|
26
|
|
Jumlah
|
246
|
82
|
|
Data
Statistik : Santri Pondok pesantren Al Karimiyyah Beraji Gapura Sumenep
c. Teknik
Pengumpulan Data
Metode-metode
yang di gunakan penulis dalam pengumpulan data penelitian ini antara lain :
Angket, Interview, Observasi, dan Dokumentasi.
1) Angket
Angket
atau kuesioner adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk
memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya atau
hal-hal yang diketahuinya.[12]Angket
yang digunakan oleh penulis adalah angket tertutup,yaitu pertanyaan beserta
jawabannya sudah tersedia sehingga responden tinggal memilih saja tidak
merepotkan tentunya untuk mengernyitkan kepala.
2) Interview
Interview
sering juga disebut dengan wawancara adalah sebuah dialog yang dilakukan oleh
pewawancara untuk memperoleh informasi dari terwawancara.[13]Interview
perlunya interview hanya untuk memastikan dengan jelas dalam penilitian dan ini
dilakukan dengan tatap muka terhdapa objek penelitian sehingga ada komunikasi
yang lebih lanjut tentang penilitian tersebut.
Observasi
adalah sebagai bentuk kegiatan, peninjauan secara cermat dan
sistematis.Observasi bisa diartikan sebagai pengamatan dan pencatatan tentang
fenomena-fenomena yang di teliti baik secara langsung maupun tidak langsung.[14]Observasi
ini digunakan oleh penulis dimaksudkan untuk mengetahui secara langsung gejala
atau permasalahan yang muncul dalam suatu penelitian. Adapun tujuan dari
penggunaan observasi ini yaitu untuk mengetahui kenyataan yang terjadi di
lapangan melalui pengamatan indra secara langsung sehingga peneliti dapat
menarik kesimpulan yang benar dan melakukan penelitian.
3) Dokumentasi
Untuk
memperoleh hasil penelitian yang memuaskan, penulis menggunakan teknik
pengumpulan data yang terakhir yaitu dokumentasi.Dokumentasi,dari asal katanya
dokumen,yang artinya barang-barang tertulis.Peneliti dapat menyelidiki
benda-benda tertulis seperti buku-buku, majalah, dokumen, peraturan-peraturan,
notulen rapat,dan catatan harian.[15]
d. Teknik
Analisis Data
Analisis
data merupakan proses penyederhanaan pada bentuk yang lebih mudah. Dan dalam
penelitian ini harus memastikan pola analisis yang sesuai dengan jenis dan
sifat dari data itu sendiri.Dalam rangka mengelola data yang diperoleh oleh
penulis,penulis mengguakan metode statistik,yang mana metode statistik ini merupakan
pengelolaan data yang bersifat kuantitatif.Maksudnya data yang diperoleh banyak
menggunakan angka-angka baik dalam bentuk tabel maupan dalam bentuk grafik.
Dalam
skripsi ini penulis menggunakan teknik korelesi product moment,karena dalam
penelitian ini penulis mencari korelasi antara variabel X (pengaruh positif dan
negatif lingkungan sekolah), sebagai independen terhadap variabel Y (dalam
upaya memaksimalkan peningkatan akhlak) sebagai dependen.
Adapun
teknik korelasi Product Moment adalah sebagai berikut:
r
Xy
Keterangan :
Rxy : Koefisien korelasi product
moment ∑xy : Jumlah dari hasil kali X dan Y
∑
:
Jumlah skor x kecil dan yang dikuadratkan
∑
:
Jumlah skor y kecil yang dikuadratkan[16]
I.Sistematika
Pembahasan
Untuk
memberikan gambaran secara ringkas tentang materi yang akan diuraikan pada tiap
bab dalam skripsi yang penulis akan susun, berikut ini penulis sajikan
sistematika pembahasannya adalah sebagai berikut:
Bab
I,Pendahuluan yang merupakan gambaran atas keseluruhan dari isi skripsi yang
meliputi atau terdiri dari Latar Belakang Masalah, Rumusan Masalah, Tujuan
Penelitian, Kegunaan Penelitian, Alasan Memilih judul, Batasan Memilih Judul, ,
Kajian Pustaka, Metode Penelitian dan Sistematika Pembahasan, daftar pustaka.
J.
Daftar pustaka
Badruttaman
Basya Al-misry Tasawuf anak muda., ( pustaka grouop 2009)
Pola
pembelajaran di pesantren oleh tim direktorat jendral kelembagaan agama islam,2003
prof. dr.h. sauri sofyan, Artikel strategi meningkatkan
kualitas akhlak peserta didik dalam proses pembelajaran.
Al ghazzali Imam ihya’ Ulumuddin
Ahmad baradja Umar Akhlaqul libanin, ahmad nabhan
Surabaya,1372 H.
Arikunto, Suharsimi. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan
Praktik, Rineka Cipta, Jakarta, 2006.
[1] Tasawuf anak
muda. Badruttaman Basya Al-misry, ( pustaka grouop 2009) hal: 121
[2] Pola
pembelajaran di pesantren oleh tim direktorat jendral kelembagaan agama islam,
hal :8
[3] Tasawuf anak muda Badruttaman Basya Al-misry (
pustaka grouop 2009) hal 121
[4] Ibid,hal 91
[5] Ibid, hal 134
[6] Ibid
hal 14
prof. dr.h.sofyan
sauri, m.pd
[8] ihya’
Ulumuddin Imam Al ghazzali juz III hal 53
[9] Akhlaqul
libanin Umar ahmad baradja hal 04
[10]
Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian
(Jakarta : Rineka Cipta, 2006), hal. 130
[11]
Ibid, hal. 131
[12]
Ibid, hal. 225
[13]
Ibid, hal. 155
[14]
Sutrisno Hadi, Metodologi......,
(Jakarta : Andi Afset, 1982), hal. 136
[15]
Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian
Suatu Pendekatan Praktik, (Jakarta : Rineka Cipta, 1996), hal. 158
[16]
Ibid, hal. 273
Tidak ada komentar:
Posting Komentar